"MODEL DAN EVALUASI PEMBELAJARAN SAINS"

 

 

Dosen Pengampuh (Dr. Drs. Syamsurizal)

 Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Selamat pagi teman-teman semua. apa kabar semuanya ? 

Semoga teman-teman dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan allah swt.

 Saya Laila Fitria Mahasiswa Magister Pendididkan IPA Universitas Jambi tahun 2023 akan meriview pertemuan pedana pada mata kuliah Model dan Evaluasi pembelajaran sains bersama bapak Dr. Drs. Syamsurizal,M. Si.,

 Nah teman- teman dalam pertemuan pertama  tentang perubahan yang terjadi di tengah masyarakat saat ini jauh berbeda dengan masyarakat pada zaman dulu. 

Pada dunia pendidikan , pada zaman dulu tujuan besekolah orang tua pada dasarnya menyekolahkan anaknya bertujuan agar dapat mepelajari ilmu yang belum kita ketahui. Dan membentuk sebuah karakter dari siswa agar dapat membedakan mana yang baik mana yang buruk. dan pada  zaman dahulu anak-anak juga belum terlalu terpengaruh dengan hal yang menyangkut teknologi  dan dampak yang terjadi pada anak-anak juga memprihatinkan karna mereka jadi gaptek (gagal teknologi) jika mereka tidak di perkenalkan dengan tenologi tersebut, Di zaman dulu sangatlah terbatas siswa untuk mengakses pelajaran sekolah. Selain melakukan pembelajaran di sekolah siswa biasanya mengikuti bimbingan belajar yang dipandu oleh wali kelas sendiri. Dulu memang sudah ada lembaga-lembaga belajar tetapi masih sangat minim. Bahkan mencari tutor pengajar yang kredibilitas yang baik itu juga sulit.

 Beda pada era sekarang sangatlah mudah untuk mencari akses pelajaran. Banyak sekali ditawarkan dengan berbagai cara. Salah satunya seperti bimbingan privat atau belajar online.Setiap siswa tentu pasti sangat membutuhkan yang namanya sumber informasi untuk mendukung proses belajar. Tetapi disayangkan pada zaman dulu belum seluas untuk memperoleh sumber belajar seperti sekarang ini. Karena pada zaman dulu sangatlah sulit memproleh referensi tambahan untuk menambah ilmu dan pengetahuan karena dulu yang dibuat sumber itu hanya membaca dari buku dan koran. Beda lagi pada zaman sekarang ini sangatlah luas dan banyak untuk mendapatkan sumber pembelajaran. Selain pada buku, sekarang bisa didapat melalui tayangan video, membaca artikel di internet bahkan bisa juga melalui beragam seminar.

 Oleh karena itu, guru tidak lagi menjadi pengajar melainkan lebih mengarah menjadi fasilitator untuk memotivasi siswa untuk mencari sumber informasi sendiri.Dilihat dari kurikulum pengajaran, dulu menggunakan kurikulum yang mana guru lebih aktif untuk mengejar target berupa materi yang harus dikuasai oleh siswa. Namun kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam memahami pelajaran tidaklah dianggap suatu kegagalan, karena hal tersebut hanya bagian dari proses belajar. Tetapi pada kurikulum sekarang yang biasa disebut dengan K13. 

Pada kurikulum ini lebih cenderung siswa yang aktif untuk mendapatkan sumber informasi.Alat bantu belajar pada pendidikan di zaman dahulu dan sekarang tentulah juga berbeda. Dulu masih menggunakan alat belajar yang sederhana salah satunya menggunakan papan tulis hitam, kapur, penggaris kayu. Dan selain itu yang digunakan untuk catatan pelajaran hanya buku tulis. Berbeda dengan yang sekarang, kini sudah menggunakan spidol, papan tulis putih. Dengan berkembangnya teknologi guru juga terkadang ada yang menggunakan LCD Proyektor sebagai alat bantu proses pembejaran di kelas. Bahkan ada juga siswa di minta untuk membawa laptop dengan tujuan lebih mudah untuk pembelajaran.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
Loading...