ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABAROKATUH...........
APA KABAR TEMAN-TEMAN ??
SEMOGA TEMAN-TEMAN SELALU DALAM LINDUNGAN ALLAH SWT
Baiklah teman-teman kali ini kita akan membahas tentang materi Quantum Learning
APA ITU QUANTUM LEARNING ?
Quantum Learning atau Pembelajaran Quantum adalah teknik,model,pemebelajaran dan strategi dalam belajar mengajar yang pada fokus terhadap skill guru dalam menajemen pembelajaran
Secara garis besar Quantum learning adalah upaya, pedoma, strategi dan aktivitas belajar yang bisa dimanfaatkan untuk menguatkan daya ingat dan pemahaman. Selain itu membuat aktivitas belajar sebagai kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan.
Model pembelajaran quantum learning itu sendiri ada dua yakni peta konsep dan teknik memori.
1. Peta Konsep
Peta konsep itu sendiri seperti pada umumnya, yakni kita membuat judul di atas kemudian membuat cabang-cabang yang berupa kata-kata kunci dan gambar untuk menarik perhatian. Peta konsep sebagai teknik belajar efektif. Peta konsep di sini lebih menunjukan sebuah ide pemikiran yang dituangkan dalam bentuk gambaran atau grafik.
Sebenarnya peta konsep itu sendiri adalah gabungan dari gaya atau teknik belajar, diantaranya adalah:
- Teknik belajar mandiri,
- Teknik belajar vark (visual, audiotory, reading & writing, kinestetic),
- Teknik belajar dunn & dunn,
- Teknik belajar teori peter honey & alan mumford
- Teknik belajar 4MAT
2. Teknik Memori
- Melatih Imajinasi
- Teknik rantai Kata
- Teknik Plesetan Kata
- Sistem Pasak Lokasi
- Teknik Akrostik
Tujuan
- Bertujuan untuk membuat lingkungan pembelajaran yang kondusif.
- Bisa memperoleh aktivitas belajar yang menggembirakan dan nyaman.
- Dapat adaptif terhadap kapabilitas otak dan apa yang diperlukan oleh otak.
- Bisa menolong perkembangan dan kesuksesan hidup/karir setiap individu.
- Dapat mengembangkan akselerasi pembelajaran individu dan grup belajar.
Langkah-Langkah atau Sintaks Quantum Learning
Terdapat langkah atau tahapan yang bisa dilalui dalam quantum learning, sintaks ini berdasar pada pernyataan Bobbi DePorter,et al.,(2004:10), yakni:
Tumbuhkan
Biasakan untuk menumbuhkan minat belajar yang baik kepada siswa, sehingga mereka bisa termotivasi dalam belajar. Contoh yang bisa digunakan untuk menumbuhkan minat belajar siswa adalah dengan memberitahu mereka mengenai manfaat belajar, bisa diberi tahu secara langsung atau menggunakan pertanyaan berupa: “Apa manfaatnya untukku?”. Dengan pertanyaan tersebut siswa akan mendapatkan jawabannya sendiri mengenai manfaat belajar.
Alami
Gunakanlah penjelasan yang simpel dan mudah dipahami oleh setiap siswa. Buatlah penjelasan yang bisa menghubungkan materi pelajaran (umum) dengan pengalaman kehidupan siswa.
Namai
Buatlah sebuah kode,simbol, rumus, rencana dan strategi dalam setiap konsep yang ada. Ini bisa dicontohkan pada saat kita menghafal rumus dengan bernyanyi.
Demonstrasikan
Berikan waktu siswa untuk mempresentasikan sesuatu dan beri motivasi bahwa mereka bisa.
Ulangi
Guru harus memberikan contoh, cara dan metode yang relevan dalam mata pelajaran. Ini bisa dilakukan dengan cara mengulangi pelajaran.
Rayakan
Self reward atau merayakan sebuah hal yang telah tercapai adalah hal yang penting. Agar setiap pembelajaran bisa lebih bermakna dan menyenangkan. Contoh perayaan sederhana yang dapat dilakukan dalam kelas adalah dengan tepuk tangan, kejutan, mencatat di buku, berteriak hore. Bisa juga dengan pujian dari guru kepada siswa.
Kelebihan dan Kekurangan Quantum Learning
Pernyataan tentang hal ini diambil berdasarkan pada bukunya Bobbi DePorter & Mike Hernacki (2011:18-19).
Kelebihan Quantum Learning
- Dalam implementasinya quantum learning lebih berfokus pada interaksi yang berkualitas dan bermakna.
- Quantum learning sangat memfokuskan pada akselerasi pembelajaran yang tinggi dengan presentasi kesuksesan yang tinggi pula.
- Pembelajaran ini berpokok pada kenaturalan dalam pembelajaran, bukan hal yang dibuat buat.
- Dalam prakteknya pembelajaran ini berpokok pada menjaga kualitas dari suatu pembelajaran.
- Perhatian dalam mengembangkan keahlian akademis, prestasi sangat diutamakan.
- Pembelajaran ini sangat menghargai perbedaan dan kebebasan, bahkan kurang mengakomodasi keteraturan dan keseragaman.
- Nilai atau apa yang dipercayai siswa merupakan hal yang utama dan sangat dipentingkan dalam aktivitas pembelajaran.
Kelemahan
- Harus tersedia pengalaman yang riil dalam pembelajaran
- Proses pembelajaran menelan waktu yang tidak sedikit, karena siswa harus memiliki motivasi belajar terlebih dahulu.
- Guru cenderung kurang bisa memahami dan menganalisis keahlian siswa.